Surabaya (CVTOGEL LOGIN)– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan proses identifikasi korban peristiwa di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, berjalan sesuai prosedur. Ia menegaskan, mekanisme yang digunakan mengacu pada standar Disaster Victim Identification (DVI) internasional yang dilaksanakan oleh tim profesional Polri.
Sejak hari pertama, tim DVI Polri telah membuka posko ante mortem di lokasi pesantren untuk mengumpulkan data dari keluarga korban. Data itu mencakup ciri-ciri fisik, rekam medis, hingga pengambilan sampel DNA keluarga. Sementara itu, pemeriksaan post mortem dilakukan di RS Bhayangkara Polda Jatim, setelah disepakati bersama untuk memusatkan proses identifikasi di fasilitas yang lebih lengkap dan aman.
“Proses identifikasi korban harus dilakukan dengan cermat dan sesuai standar, agar keluarga bisa mendapatkan kepastian dan keadilan,” kata Khofifah.
Kapolda Jatim menjelaskan, pendataan korban dibagi ke dalam tiga klaster: santri, pengurus pesantren, dan pekerja pembangunan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pencocokan data antara hasil post mortem dan ante mortem.
Metode identifikasi yang digunakan mencakup sidik jari, retina, DNA, serta pencocokan barang-barang pribadi korban seperti pakaian atau benda yang melekat. Seluruh data akan direkonsiliasi secara berkala, sehingga kepastian identitas korban dapat segera disampaikan kepada keluarga.
Dengan prosedur ini, pemerintah provinsi bersama tim DVI Polri berupaya memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dengan benar, sekaligus memberikan dukungan dan pendampingan bagi keluarga yang terdampak.
