Jakarta (initogel login) — Minggu pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta biasanya identik dengan olahraga, tawa, dan hiruk-pikuk warga yang merayakan ruang publik bebas kendaraan. Namun di antara langkah joging dan deru sepeda, sebuah pesan penting digaungkan dengan cara yang membumi: “STOP TBC.”

Pesan itu dibawa oleh Rekan Indonesia, yang turun langsung ke Car Free Day Jakarta untuk mengampanyekan pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TBC)—penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan publik di Indonesia.


Menghadirkan Kesehatan di Ruang Warga

Alih-alih menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, Relawan Rekan Indonesia memilih mendatangi warga di ruang yang paling akrab: jalan raya yang berubah menjadi ruang keluarga raksasa setiap Minggu pagi. Spanduk edukatif dibentangkan, selebaran dibagikan, dan percakapan ringan pun dimulai.

“Kami ingin TBC dibicarakan tanpa takut dan tanpa stigma,” ujar seorang relawan. Pendekatan ini penting, karena TBC kerap diselimuti kesalahpahaman—dianggap penyakit kutukan atau aib—yang justru membuat penderita enggan berobat.


TBC: Masalah Kesehatan dan Kemanusiaan

TBC bukan hanya soal medis, tetapi juga soal kemanusiaan dan keadilan akses. Penyakit ini banyak menyerang kelompok rentan: pekerja informal, masyarakat berpenghasilan rendah, dan mereka yang tinggal di hunian padat. Edukasi yang tepat dapat menyelamatkan nyawa dan memutus rantai penularan.

Dalam kampanye ini, Rekan Indonesia menekankan pesan kunci: TBC bisa disembuhkan, pengobatan tersedia, dan penderita berhak mendapatkan dukungan—bukan pengucilan.


Human Interest: Mendengar, Bukan Menghakimi

Di salah satu sudut CFD, seorang warga berhenti dan bertanya pelan tentang batuk yang tak kunjung sembuh. Relawan mendengarkan dengan sabar, lalu menjelaskan tanda-tanda TBC dan pentingnya pemeriksaan dini. Tidak ada nada menggurui, hanya dialog setara.

“Yang penting berani periksa,” kata relawan itu. “Lebih cepat tahu, lebih cepat sembuh.” Momen-momen kecil seperti ini menjadi jantung kampanye—membangun kepercayaan di tengah keramaian.


Keamanan Publik dan Pencegahan

Dari sudut pandang keamanan publik, TBC adalah isu serius. Penularan melalui udara membuat pencegahan dan deteksi dini menjadi krusial. Rekan Indonesia mengingatkan pentingnya etika batuk, ventilasi yang baik, serta kepatuhan minum obat bagi pasien.

Kampanye di CFD juga menjadi pengingat bahwa ruang publik aman bukan hanya soal lalu lintas, tetapi juga soal kesehatan bersama.


Kolaborasi untuk Indonesia Bebas TBC

Rekan Indonesia mendorong kolaborasi lintas sektor—masyarakat, komunitas, tenaga kesehatan, dan pemerintah—untuk mencapai target eliminasi TBC. Kampanye publik seperti ini dipandang efektif karena menjangkau beragam lapisan warga dalam suasana santai dan terbuka.


Dari CFD ke Kesadaran Kolektif

Ketika matahari kian tinggi dan CFD berangsur usai, pesan “STOP TBC” tetap bergema. Bukan sebagai slogan kosong, melainkan ajakan konkret: periksa bila bergejala, dukung yang sedang berobat, dan hentikan stigma.

Di tengah langkah-langkah pagi warga Jakarta, Rekan Indonesia menanamkan satu kesadaran penting—bahwa melawan TBC adalah tanggung jawab bersama. Karena kesehatan publik dimulai dari keberanian berbicara, mendengar, dan peduli.