Kendari, 13 Oktober 2025 (cvtogel)— Sebanyak 200 karya kaligrafi Islam dari 50 negara dipamerkan dalam rangkaian Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional ke-28 yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara. Pameran bertaraf internasional ini digelar di Gedung UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra sejak 11 hingga 18 Oktober 2025, dan menjadi salah satu kegiatan pendukung yang paling menarik perhatian publik.

Pameran ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sultra, Nur Saleh, yang mewakili Gubernur Sultra. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang tidak hanya memperkaya nilai spiritual STQH, tetapi juga memperkenalkan keindahan seni Islam kepada masyarakat luas.

“Pameran ini menjadi wadah silaturahmi budaya dan spiritual antarnegara melalui seni kaligrafi Islam. Kendari patut berbangga menjadi tuan rumah kegiatan sebesar ini,” ujarnya saat pembukaan.

Karya dari Berbagai Negara dan Maestro Kaligrafi

Pameran ini menghadirkan karya dari 50 negara, mulai dari Indonesia, Turki, Mesir, Iran, Arab Saudi, hingga Maroko. Menariknya, beberapa karya yang ditampilkan merupakan karya klasik milik maestro kaligrafi Indonesia, K.H. Didin Sirojudin, yang dikenal sejak era 1980-an.

Karena keterbatasan ruang pamer, karya-karya tersebut akan ditampilkan secara bergantian setiap tiga hari agar seluruh karya bisa dinikmati pengunjung selama masa pameran.

Selain karya statis, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan langsung (live demo) dari para seniman kaligrafi internasional, termasuk demonstrasi teknik “hand match” oleh seniman asal India. Pameran ini juga menampilkan sesi interaktif di mana pengunjung dapat mencoba menulis kaligrafi menggunakan alat dan tinta khas dari Timur Tengah.

Kerja Sama Lintas Lembaga

Pameran ini terselenggara berkat kerja sama antara Jakarta Islamic Centre (JIC), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Panitia STQH Nasional 2025. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarnegara Islam sekaligus memupuk minat generasi muda terhadap seni kaligrafi.

“Kami ingin menampilkan wajah Islam yang indah, penuh seni, dan menginspirasi melalui pameran ini,” ujar perwakilan JIC dalam keterangan persnya.

Terbuka untuk Umum

Pameran internasional ini dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WITA dan gratis untuk umum. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia telah datang sejak hari pertama pembukaan, menjadikan area pameran ramai oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan keindahan seni Islam dari seluruh dunia.