Paris, 1 Oktober 2025 (cvtogel) – Duel akbar antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Barcelona di Eropa dipastikan berlangsung dengan kondisi pincang bagi kedua tim. Sejumlah pemain kunci dari masing-masing kubu harus menepi akibat badai cedera yang melanda skuad.
PSG Kehilangan Pilar di Lini Belakang dan Depan
PSG mendapat pukulan telak setelah kapten tim, Marquinhos, divonis cedera paha dan harus absen beberapa pekan. Lini serang mereka juga tereduksi karena Ousmane Dembélé masih dalam masa pemulihan hamstring, sementara rekrutan anyar Khvicha Kvaratskhelia mengalami cedera otot dan tidak bisa diturunkan.
Selain itu, Désiré Doué absen akibat cedera betis, sementara Vitinha sempat ditarik keluar di tengah laga terakhir karena masalah otot dan kini statusnya diragukan. Kabar baik datang dari João Neves, yang akhirnya masuk skuad meski baru saja pulih dari cedera hamstring.
Dengan kondisi ini, Luis Enrique dipaksa meramu strategi alternatif karena kedalaman skuad Les Parisiens sangat tergerus di sektor pertahanan dan lini depan.
Barcelona Krisis di Tengah dan Depan
Barcelona juga tidak dalam kondisi ideal. Klub Catalan dipastikan kehilangan gelandang enerjik Gavi selama sekitar lima bulan akibat cedera lutut serius. Di lini serang, Raphinha harus menepi tiga pekan karena masalah hamstring, sementara Fermín López absen akibat cedera otot.
Di sektor penjaga gawang, situasi semakin sulit. Kiper muda Joan García menjalani operasi meniskus dan absen hingga enam minggu. Kiper utama Marc-André ter Stegen juga masih bermasalah dengan cedera punggung, membuat lini terakhir Barca rapuh.
Bek kiri Alejandro Balde masih meragukan kondisinya akibat cedera hamstring, meski ada kemungkinan kembali tersedia.
Dampak untuk Pertandingan
Dengan daftar panjang pemain cedera dari kedua tim, duel PSG kontra Barcelona diprediksi berlangsung ketat dengan banyak kejutan taktis. PSG kehilangan keseimbangan lini belakang dan sayap, sedangkan Barcelona harus merombak lini tengah serta mencari solusi darurat di bawah mistar gawang.
Pertandingan ini tidak hanya akan menguji kualitas teknis kedua pelatih, tapi juga daya tahan skuad masing-masing menghadapi badai cedera di momen krusial.
